| |
C © updated 05112008-12082008 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
►e-ti/cbsnews |
|
| |
Nama:
Barack Hussein Obama Jr.
Lahir:
Honolulu, 8 April 1961
Keluarga:
Istri: Michelle (Menikah 1992), dua putri: Malia, Sasha.
Tempat tinggal:
Chicago, IL
Pendidikan:
- JD, Harvard Law School, 1991
- BA, Columbia University, 1983
- Attended, Occidental College
Pengalaman Politik:
- Senator, United States Senate, 2005-present
- Keynote Speaker, 2004 Democratic National Convention
- Senator, Illinois State Senate, 1996-2004
Situs Kampanye: BarackObama.com
|
|
| |
|
|
|
|
| BERITA |
|
|
 |
Barack Obama
Pidato Kemenangan Pilpres AS
Barack Obama, Presiden Amerika Serikat terpilih dalam Pilpres 4 November
2008, menyampaikan pidato kemenangan di Grant Park, Chicago, Illinois,
Rabu pagi WIB (5/11/2008). "Kemenangan ini bukanlah perubahan yang kita
cari. Ini hanyalah kesempatan bagi kita untuk mewujudkan perubahan itu,"
katanya.
Berikut ini pidato lengkap Barack Husein Obama, sebagaimana disiarkan
langsung CNN dari Grant Park, Chicago, Illinois, Rabu pagi WIB
(5/11/2008).
Jika ada seseorang di luar sana yang masih ragu bahwa Amerika adalah
sebuah tempat di mana segala sesuatu bisa terjadi, yang masih
bertanya-tanya apakah mimpi para pendiri bangsa ini masih bisa
menjadi nyata di masa sekarang, yang masih mempertanyakan kekuatan
demokrasi, malam ini pertanyaan Anda terjawab.
Jawabannya ada pada antrian panjang di sekolah-sekolah dan
gereja-gereja yang jumlahnya tidak terhitung, pada orang-orang yang
rela menunggu tiga sampai empat jam, dan sebagian besar dari mereka
ini merupakan pengalaman pertama, karena mereka yakin kali ini harus
beda dan bahwa suara mereka bisa mendatangkan perbedaan.
Ini adalah jawaban yang dibicarakan orang tua dan muda, kaya dan
miskin, Demokrat dan Republik, hitam, putih, Hispanik, Asia, asli
Amerika, gay, normal, cacat, dan tidak cacat. Amerika yang
mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kita bukan hanya kumpulan
individu semata atau kumpulan negara bagian merah dan biru. Kita
adalah, dan akan selalu menjadi, Amerika Serikat (The United States
of America).
Ini adalah jawaban yang membuat mereka yang sudah sekian lama oleh
banyak orang dikatakan sinis serta penakut dan penuh keragu-raguan
dalam mencapai sesuatu bisa menumpangkan tangannya pada sejarah dan
membelokkannya ke arah harapan yang lebih cerah, sekali lagi.
Sudah sekian lama, tapi (perjalanan baru dimulai) malam ini, karena
apa yang kita lakukan hari ini, pada pemilihan kali ini dan pada
saat yang menentukan ini, telah mendatangkan perubahan bagi Amerika.
Beberapa waktu lalu, saya menerima telepon ucapan selamat yang luar
biasa dari Senator McCain.
Senator McCain sudah melewati perjuangan yang panjang dan sulit
selama kampanye. Dan, dia bahkan sudah berjuang lebih lama dan lebih
sulit demi bangsa yang dia cintai. Dia sudah lama berkorban bagi
Amerika, lebih dari yang kita bayangkan selama ini. Kita menjadi
lebih baik berkat pengabdian pemimpin yang pemberani dan tidak egois
itu.
Saya mengucapkan selamat kepadanya (McCain); juga kepada Gubernur
(Sarah) Palin atas seluruh pencapaian mereka. Dan, saya berharap
bisa bekerja sama dengan mereka dalam beberapa bulan ke depan untuk
bersama-sama memperbarui janji bangsa ini.
Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada partner yang selalu
mendampingi saya dalam perjalanan ini, seorang pria yang berkampanye
dari dalam hatinya, dan berbicara atas nama kaum pria serta wanita
yang tumbuh besar bersamanya di Jalanan Scranton dan berkendara
bersamanya di kereta jurusan Delaware, wakil presiden terpilih AS,
Joe Biden.
Dan saya tidak akan berdiri di sini malam ini tanpa dukungan
terus-menerus dari sahabat saya selama 16 tahun terakhir, batu
karang keluarga kami, cinta dalam hidup saya, first lady bangsa ini
berikutnya, Michelle Obama.
Sasha dan Malia, saya mencintai kalian lebih dari yang bisa kalian
bayangkan. Dan, kalian sudah mendapatkan anak anjing baru yang akan
menemani kita di Gedung Putih yang baru.
Dan, meskipun dia sudah tidak lagi bersama kita, saya yakin nenek
saya melihat, bersama dengan keluarga yang telah menjadikan saya
manusia seperti sekarang. Saya merindukan mereka semua malam ini.
Saya tahu bahwa utang saya kepada mereka tidak terhitung lagi.
Saudari saya Maya, Alma, seluruh saudara laki-laki dan saudara
perempuan saya, terima kasih banyak atas dukungan yang telah kalian
berikan kepada saya. Saya sangat berterima kasih kepada mereka.
Dan kepada manajer kampanye saya, David Plouffe, pahlawan di balik
layar yang menciptakan kampanye politik paling hebat, saya rasa, di
sepanjang sejarah AS.
Kepada ahli dan pimpinan strategi saya, David Axelrod, yang menjadi
mitra di setiap langkah saya. Kepada tim kampanye terhebat yang
pernah ada di sepanjang sejarah politik. Kalian telah menjadikan
semuanya nyata dan saya akan selalu berutang budi kepada kalian atas
pengorbanan yang telah kalian berikan.
Tapi, di atas semua itu, saya tidak akan pernah lupa untuk
menyampaikan, untuk siapa kemenangan ini sejatinya. Kemenangan ini
untuk kalian semua. Ini untuk kalian.
Saya bukanlah kandidat yang paling disukai di sini. Kita tidak
memulainya dengan banyak uang atau banyak dukungan. Kampanye kita
pun tidak berangkat dari Washington. Melainkan dari halaman belakang
Des Moines dan ruang tamu Concord serta serambi depan Charleston.
Dibangun oleh pekerja pria dan wanita yang merelakan sebagian
tabungan kecil mereka untuk mendonasikan USD 5 (sekitar Rp 54 ribu)
dan USD 10 (sekitar Rp 108 ribu) demi kampanye.
Menjadi kuat berkat generasi muda yang mampu menolak mitos, apatis
masa kini, serta berani meninggalkan rumah dan keluarga mereka demi
melakukan pekerjaan dengan bayaran kecil dan membuat mereka kurang
tidur.
Juga dari kalangan yang tidak terlalu muda, yang memberanikan diri
menembus dingin dan panasnya udara demi mengetuk satu per satu pintu
orang asing, dan dari jutaan warga Amerika yang menjadi sukarelawan
serta mengatur diri sendiri dan membuktikan bahwa dalam dua abad
mendatang, pemerintahan yang benar-benar berasal dari rakyat, oleh
rakyat, dan untuk rakyat masih akan tetap ada.
Ini adalah kemenangan kalian. Dan, saya tahu bahwa kalian melakukan
semua ini bukan semata-mata untuk memenangkan pilpres. Dan, saya
juga tahu, kalian tidak melakukannya untuk saya.
Kalian semua melakukan ini semua karena benar-benar memahami betapa
banyaknya tugas yang menanti di depan sana. Bahkan, saat kita
merayakan (kemenangan) malam ini, kita semua tahu bahwa tantangan
yang akan kita hadapi di masa mendatang adalah yang paling berat -dua
perang, planet (bumi) yang berada dalam bahaya, krisis keuangan
terburuk sepanjang abad.
Saat kita berdiri di sini malam ini, kita juga tahu bahwa sebagian
warga Amerika yang pemberani sedang berjaga di padang gurun Iraq dan
pegunungan Afghanistan, mempertaruhkan nyawa mereka untuk kita.
Juga ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang selalu terjaga saat anak-anak
mereka tertidur, dan pusing memikirkan cara membayar utang mereka
atau membayar biaya berobat atau menyisihkan uang demi biaya
pendidikan anak-anak mereka.
Ada semangat baru yang harus dimanfaatkan, lapangan pekerjaan baru
yang harus diciptakan, sekolah-sekolah baru yang harus dibangun,
ancaman yang harus dihadapi, dan perserikatan yang harus diperbaiki.
Jalan yang terbentang di depan kita masih panjang. Yang kita panjat
akan curam. Kita tidak akan bisa mencapainya dalam waktu satu tahun
atau satu periode sekalipun. Tapi, Amerika, saya belum pernah
seyakin malam ini bahwa kita akan mencapainya.
Saya berjanji kepada Anda sekalian, kita semua sebagai rakyat akan
mampu mencapainya. Akan terjadi pengulangan kembali dan awal yang
salah. Akan ada banyak orang yang tidak setuju dengan keputusan atau
kebijakan yang saya tentukan sebagai presiden. Dan, kita semua tahu
bahwa pemerintah tidak bisa selalu menyelesaikan masalah.
Tapi, saya akan selalu jujur kepada Anda semua tentang tantangan apa
pun yang kita hadapi. Saya akan mendengarkan Anda semua, terutama
saat kita berbeda pendapat. Dan, di atas semuanya itu, saya akan
mengajak Anda semua bekerja sama membenahi bangsa ini. Sistem yang
baru sekali diterapkan di Amerika selama 221 tahun -blok demi blok,
bata demi bata.
Apa yang sudah dimulai 21 bulan lalu di musim dingin yang mencekam
tidak bisa berakhir begitu saja di suatu malam musim gugur ini.
Kemenangan ini bukanlah perubahan yang kita cari. Ini hanyalah
kesempatan bagi kita untuk mewujudkan perubahan itu. Dan itu tidak
akan pernah terjadi jika kita kembali mencontoh masa lalu.
Semua ini tidak akan terjadi tanpa kalian, tanpa semangat pengabdian
baru, semangat pengorbanan baru.
Jadi, marilah kita menghimpun semangat patriotisme baru, tanggung
jawab baru, di mana masing-masing dari kita seharusnya memutuskan
untuk tampil bersama dan bekerja lebih keras dan tidak hanya
memedulikan diri sendiri, tapi juga orang lain.
Yang harus diingat-ingat adalah bahwa krisis finansial ini
mengajarkan kita untuk tidak perlu memanjakan Wall Street, sementara
Main Street menderita.
Di negara ini, kita jatuh dan bangun bersama sebagai satu negara,
sebagai suatu masyarakat. Marilah kita menolak godaan untuk kembali
jatuh pada paham partisan dan kepicikan dan kekanak-kanakan yang
sudah meracuni politik kita sekian lama.
Marilah kita mengingat bahwa manusia dari negara inilah yang kali
pertama membawa banner Partai Republik ke Gedung Putih, partai yang
dibangun di atas nilai-nilai kepercayaan diri dan kebebasan individu
dan persatuan nasional.
Itu adalah nilai-nilai yang bisa kita bagikan. Sementara Partai
Demokrat merasakan kemenangan besar malam ini, itu semua dicapai
dengan kerendahan hati dan tujuan untuk membalut perpecahan yang
menghambat kita untuk maju.
Seperti yang dikatakan Lincoln kepada sebuah negara yang jauh lebih
terpecah belah dari kita, kita bukanlah musuh, tapi teman. Meskipun
hati bisa terluka, tapi jangan sampai mematahkan semangat kita dan
persaudaraan kita.
Dan bagi seluruh rakyat Amerika yang dukungannya belum saya dapatkan,
atau yang mungkin suaranya tidak mengantarkan saya pada kemenangan
malam ini, saya tetap mendengarkan seruan Anda. Saya membutuhkan
bantuan Anda. Bagaimanapun, saya tetap akan menjadi presiden Anda.
Dan bagi semua orang yang menyaksikan pidato malam ini jauh dari
wilayah kami, dari parlemen dan istana, juga bagi mereka di sudut
bumi yang hampir terlupakan dan mendengar pidato ini dari radio,
kisah kami tetap tunggal, tapi nasib kita ditanggung bersama dan
fajar baru kepemimpinan Amerika sudah ada di tangan kita.
Bagi mereka yang ingin menghancurkan dunia: Kami akan mengalahkan
kalian. Bagi mereka yang mencintai perdamaian dan keamanan: Kami
akan mendukung kalian. Bagi mereka yang membayangkan bahwa mercusuar
Amerika masih menyala dengan terang: Malam ini kami kembali
membuktikan bahwa kekuatan sejati negara ini datang bukan dari
militer atau kekayaan, tapi dari kekuatan idelisme kita yang terus
hidup. Yakni, demokrasi, liberti, kesempatan, dan harapan tanpa
akhir.
Fakta cemerlang tentang Amerika adalah bahwa Amerika bisa berubah.
Persatuan kita bisa disempurnakan. Apa yang sudah kita capai hingga
sekarang memberikan semangat kepada kita bahwa kita bisa mencapai
masa depan.
Pilpres kali ini memiliki sangat banyak kisah dan kejadian perdana
yang bakal terus dikenang dari generasi ke generasi. Tapi, satu yang
terlintas di benak saya adalah seorang perempuan yang mencoblos di
Atlanta. Dia sebenarnya sama dengan jutaan pemilih lain yang berdiri
di baris antrean dan ingin suaranya didengar lewat pilpres. Tapi,
satu yang membedakannya dengan yang lain. Yakni, bahwa Ann Nixon
Cooper sudah berumur 106 tahun.
Dia dilahirkan satu generasi setelah perbudakan berakhir: saat tidak
ada mobil atau pesawat; saat seseorang seperti dia tidak bisa
memberikan suaranya karena dua alasan. Karena dia perempuan dan
karena warna kulitnya.
Dan malam ini, saya berpikir bahwa dia sudah melewati banyak hal
selama seabad di Amerika - sakit hati dan harapan; perjuangan dan
progresnya; masa-masa di mana kita diklaim tidak bisa, dan
orang-orang yang dipaksa meyakini iman Amerika: Ya kita bisa.
Pada suatu masa, saat suara perempuan tidak dianggap dan
harapan-harapan mereka dihapuskan, dia hidup untuk mereka, berdiri
dan menyuarakan aspirasi mereka, dan berusaha mendapatkan hak pilih.
Ya, kita bisa.
Ketika ada keputusasaan dan depresi di negeri ini, dia melihat
sebuah bangsa yang mampu mengalahkan ketakutannya sendiri lewat
kesepakatan baru, lapangan pekerjaan baru, tujuan baru. Ya, kita
bisa.
Saat bom jatuh di pelabuhan kita dan tirani mengancam dunia, dia
berada di sana menyaksikan sebuah generasi tumbuh menjadi besar dan
menyelamatkan demokrasi. Ya, kita bisa.
Dia berada di sana demi bus-bus Montgomery, selang air di
Birmingham, jembatan di Selma, dan pengkhotbah dari Atlanta yang
selalu mengatakan kepada orang lain bahwa "Kita akan melewatinya."
Ya, kita bisa.
Manusia berhasil mendarat di bulan, tembok Berlin berhasil
dirobohkan, dunia disatukan oleh ilmu pengetahuan dan imajinasi kita
sendiri.
Dan tahun ini, dalam pilpres kali ini, dia menyentuhkan jarinya di
layar dan menentukan pilihan. Sebab, setelah 106 tahun di Amerika,
melewati masa-masa sulit dan gelap, dia tahu benar bahwa Amerika
bisa berubah. Ya, kita bisa.
Amerika, kita sudah menempuh perjalanan sejauh ini. Kita sudah
banyak melihat. Tapi, masih lebih banyak tugas yang harus kita
lakukan. Jadi, malam ini, marilah kita bertanya kepada diri sendiri
apakah anak-anak kita masih bisa tetap hidup hingga abad yang akan
datang. Jika saja anak-anak perempuan saya bisa seberuntung Ann
Nixon Cooper dan berumur panjang, perubahan apa yang akan mereka
lihat? Progres seperti apa yang kita buat?
Ini adalah kesempatan kita untuk menjawab panggilan itu. Inilah
saatnya. Masanya sudah tiba, untuk membuat rakyat kita kembali
bekerja dan membuka kesempatan bagi anak-anak kita. Untuk
mengembalikan kemakmuran dan menjunjung perdamaian. Untuk meraih
kembali mimpi Amerika dan menegaskan bahwa kebenaran yang sejati, di
antara banyak yang lain, adalah kita semua satu.
Sambil kita bernapas, kita pun berharap. Dan, saat kita
dihadapkan pada kesinisan dan keraguan dan orang-orang yang
mengatakan bahwa kita tidak bisa, kita akan menjawab semua itu
dengan iman dan keyakinan yang didapat dari semangat semua orang: Ya,
kita bisa.
Terima kasih. Tuhan memberkati Anda sekalian. Dan, semoga Tuhan juga
memberkati Amerika Serikat. ►e-ti/cnn/jp/crs *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) |
|