| |
C © updated
21122003 |
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
| |
► e-ti/prasetya |
|
| |
Nama:
Irjen (Purn) Drs
H Taufiequrachman Ruki, SH
Lahir:
Rangkasbitung, Banten, 18 Mei 1946
Agama:
Islam
Jabatan:
Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)
Isteri:
Atti Risaltri Suriagunawan
Anak:
Dua orang
Pendidikan:
= Akpol 1971 (Lulusan terbaik)
= PTIK (Lulusan terbaik peringkat 4)
= S1 Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta, tahun 1987
Riwayat Pekerjaan:
= 1970 – 1971 Komandan Peleton Taruna Akpol
= 1971 – 1972 Perwira Staf Bagian Operasi Polwil Purwakarta
= 1972 – 1974 Perwira Seksi Reskrim Polres Karawang
= 1974 – 1975 Kepala Kepolisian Sektor Kelari Polres Karawang
= 1975 – 1979 Kepala subseksi Kejahatan Poltabes Bandung
= 1979 – 1981 Kepala Bagian Operasi Polres Baturaja
= 1981 – 1982 Kepala Bagian Operasi Poltabes Palembang
= 1982 – 1984 Wakil Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan
= 1984 – 1985 Kepala Biro Reserse Asisten Operasi Kapolri
= 1985 – 1986 Perwira Staf Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polri
= 1986 – 1987 Kepala Bagian Operasi Sekretariat Deputi Operasi Kapolri
= 1987 – 1989 Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Deputi Operasi Kapolri
= 1989 – 1991 Kepala Kepolisian Resort Cianjur
= 1991 – 1992 Kepala Kepolisian Resort Tasikmalaya
= 1992 – Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar
= 1992 – 1997 Kepala Kepolisian Wilayah Malang Tahun 1997
= 1992 – 1995 Anggota DPR RI, Komisi III/Hukum Fraksi TNI Polri
= 1997 – 1999 Anggota DPR RI, Komisi VII/Kesra Fraksi TNI Polri
Anggota MPR RI, Anggota Tim Asistensi BP-MPR RI Fraksi TNI Polri
= 1999 – 2000 Anggota DPR RI, Wakil Ketua Fraksi TNI Polri (Korbid Kesra)
= 1999 – 2001 Anggota MPR RI, Anggota Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPr
= 2000 – 2001 Anggota DPR RI, Ketua Komisi VII (Kes/Sosial/Tenaga Kerja/BKKBN
dan UPW)
Lain-lain:
1. Pernah menjadi Anggota Pansus, Anggota Tim Penyusun RUU DPR-RI.
2. Memperoleh penghargaan Satya Lencana Kesetiaan VIII, XIV, XXIV tahun,
dan Bintang Bhayangkara Narariya dan Pratama.
Kekayaan:
Total senilai Rp 836,8 juta
Alamat:
Jalan PDK Permai Kav RT 03 RW 010 No.9-10, Rempoa Permai, Ciputat,
Tangerang
|
|
| |
|
|
|
|
| TQ RUKI HOME |
|
|
 |
Taufiequrachman Ruki
Nakhoda Pemberantasan Korupsi
Taufiequrachman Ruki, lulusan terbaik Akpol 1971, yang menakhodai
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya memosisikan KPK sebagai katalisator
(trigger) bagi aparat atau institusi
lain agar tercipta good and clean governance di negeri ini.
mantan Anggota DPR-RI 1992 sampai 2001, itu tetap konsisten dalam
menjalankan tugas kendati mendapat kritik dari berbagai pihak tentang
dugaan tebang pilih pemberantasa korupsi.
Menurut
Taufiequrachman Ruki, pemberantasan korupsi bukan hanya menyangkut
bagaimana menangkap dan memidanakan pelaku tindak pidana korupsi, tapi
lebih jauh adalah bagaimana mencegah tindak pidana korupsi agar tidak
terulang pada masa yang akan datang melalui pendidikan anti korupsi,
kampanye antikorupsi dan island of integrity (daerah percontohan bebas
korupsi).
Hal ini dinyatakannya mengacu definisi korupsi yang telah jelas
diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001.
Menurutnya, tindakan preventif dan represif ini dilakukan dengan
memosisikan KPK sebagai katalisator (trigger) bagi aparat atau institusi
lain agar tercipta good and clean governance dengan pilar utama
transparansi, partisipasi dan akuntabilitas.
Taufiequrachman Ruki mengemukakan data hasil survei
Transparency Internasional mengenai penilaian masyarakat bisnis dunia
terhadap pelayanan publik di Indonesia. Hasil survei itu memberikan
nilai IPK (indeks persepsi korupsi) 2,2 kepada Indonesia. Nilai ini
menempatkan Indonesia pada urutan 137 dari 159 negara tersurvei. Survei
Transparency International Indonesia berkesimpulan bahwa lembaga yang
harus dibersihkan menurut responden, adalah lembaga peradilan (27%),
perpajakan (17%), kepolisian (11%), DPRD (10%), kementerian/departemen
(9%), bea dan cukai (7%), BUMN (5%), lembaga pendidikan (4%), perijinan
(3%), dan pekerjaan umum (2%).
Lebih lanjut disampaikan, survei terbaru Transparency International
yaitu "Barometer Korupsi Global", menempatkan partai politik di
Indonesia sebagai institusi terkorup dengan nilai 4,2 (rentang penilaian
1-5, 5 untuk yang terkorup). Masih berangkat dari data, di Asia,
Indonesia menduduki prestasi sebagai negara terkorup dengan skor 9.25 (terkorup
10) di atas India (8,9), Vietnam (8,67), Philipina (8,33) dan Thailand
(7,33).
Dengan adanya fakta terukur
bahwa keberadaan korupsi di Indonesia telah membudaya sistemik dan
endemik maka Taufiequrachman berasumsi bahwa kunci utama dalam
pemberantasan korupsi adalah integritas yang akan mencegah manusia dari
perbuatan tercela, entah itu corruption by needs, corruption by greeds
atau corruption by opportunities.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembudayaan etika dan integritas harus
melalui proses yang tidak mudah, sehingga dibutuhkan peran pemimpin
sebagai teladan dengan melibatkan institusi keluarga, pemerintah,
organisasi masyarakat dan organisasi bisnis.
Siapa Ruki
Taufiequrachman Ruki, mantan polisi/anggota DPR RI,
terpilih menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui
mekanisme pemungutan suara usai uji kepatutan dan kelayakan (fit and
proper test) yang dilakukan Komisi II DPR di Gedung MPR/DPR Jakarta,
Selasa 16/12/03.
Pemilihan ketua dilakukan setelah sebelumnya lima pimpinan KPK dipilih.
Mereka adalah Taufiequrachman Ruki, mantan polisi/anggota DPR RI (43
suara), Amien Sunaryadi, mantan BPKP/Masyarakat Transparansi Indonesia
(42 suara), Sjahruddin Rasul, mantan Deputi BPKP (39), Tumpak Hatorangan
Panggabean, mantan jaksa (26), dan Erry Riyana Hardjapemekas mantan
Dirut PT Timah (24).
Voting dilakukan dua kali oleh 44 dari 61 anggota Komisi II. Sebanyak 17
anggota tidak diperkenankan menggunakan hak untuk memilih karena
ketidakhadiran sampai tiga kali dalam rapat-rapat sebelumnya.
Voting pertama dilakukan untuk memilih lima dari sepuluh nama calon,
sedangkan yang kedua untuk memilih satu ketua dari lima nama yang
terpilih. Pada voting pertama, masing-masing anggota Dewan memilih
maksimal lima nama dari sepuluh calon.
Perolehan suara lima calon lainnya yang tidak terpilih pada voting
pertama itu adalah Moh Yamin (22), Iskandar Sonhadji (7), Marsillam
Simandjuntak (6), Chairul Imam (4), dan Momo Kelana (1).
Berdasarkan voting kedua, Taufiequracman Ruki terpilih menjadi Ketua KPK
dengan mengantongi 37 suara. Perolehan suara empat lainnya adalah Amien
Sunaryadi (6), Sjahruddin Rasul (1), Tumpak Hatorangan Panggabean (0),
dan Erry Riyana Hardjapamekas (0).
Irjen (Purn) Drs Taufiequrachman Ruki, SH, kelahiran Rangkasbitung,
Banten, 18 Mei 1946, adalah lulusan terbaik Akademi kepolisian (Akpol)
1971. Ketika di PTIK ia juga lulus dengan peringkat 4 terbaik. Ia
meraih sarjana hukum ( S1) dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus
1945, Jakarta, tahun 1987.
Suami dari Atti Risaltri Suriagunawan ini meniti karir sebagai perwira
kepolisian. Pada tahun 1970 – 1971 menjabat Komandan Peleton Taruna
Akpol, tahun 1971 – 1972 Perwira Staf Bagian Operasi Polwil Purwakarta
dan tahun 1972 – 1974 Perwira Seksi Reskrim Polres Karawang.
Setelah itu tahun 1974 – 1975 diangkat menjabat Kepala Kepolisian
Sektor Kelari Polres Karawang, kemudian 1975 – 1979 menjabat Kepala
subseksi Kejahatan Poltabes Bandung dan tahun 1979 – 1981 menjadi Kepala
Bagian Operasi Polres Baturaja. Setelah itu, tahun 1981 – 1982 dipercaya
menjabat Kepala Bagian Operasi Poltabes Palembang sebelum diangkat
menjadi Wakil Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan (1982 –
1984).
Setelah bertugas di lampung, tahun 1984 – 1985 ia ditarik menjadi Kepala
Biro Reserse Asisten Operasi Kapolri. Tahun 1985 – 1986 mejadi Perwira
Staf Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polri. Setelah itu, tahun
1986 – 1987 diangkat menjabat Kepala Bagian Operasi Sekretariat Deputi
Operasi Kapolri dan tahun 1987 – 1989 Kepala Bagian Perencanaan
Sekretariat Deputi Operasi Kapolri.
Pada tahun 1989 – 1991, ia pun dipercaya menjabat Kepala
Kepolisian Resort Cianjur dan tahun 1991 – 1992 Kepala Kepolisian Resort
Tasikmalaya. Dari jabatan kapolres, tahun 1992 diangkat menjadi
Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar. Kemudian tahun 1992 –
1997 menjabat Kepala Kepolisian Wilayah Malang.
Kemudian ia menjadi Anggota DPR RI, Komisi III/Hukum Fraksi TNI Polri
pada tahun 1992-1997. Diangkat kembali tahun 1997 – 1999 menjadi Anggota
DPR RI, Komisi VII/Kesra Fraksi TNI Polri dan Anggota MPR RI, Anggota
Tim Asistensi BP-MPR RI Fraksi TNI Polri. Pada tahun 1999 – 2000 juga
menjadi Anggota DPR RI, Wakil Ketua Fraksi TNI Polri (Korbid Kesra),
1999 – 2001 Anggota MPR RI, Anggota Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR,
2000 – 2001 Anggota DPR RI, Ketua Komisi VII (Kes/Sosial/Tenaga Kerja/BKKBN
dan UPW)
Ia juga Pernah menjadi Anggota Pansus, Anggota Tim Penyusun RUU DPR-RI.
Ia telah memperoleh penghargaan Satya Lencana Kesetiaan VIII, XIV, XXIV
tahun, dan Bintang Bhayangkara Narariya dan Pratama.
Sebelum diangkat menjadi ketua KPK ia memiliki kekayaan
total senilai Rp 836,8 juta. ► mti
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
|
|