|
►Index
►36
►35
►34
►33
►32
►31
►30
►29 ►28
►27
►26
►25
►24
►23
►22
►21
►20
►19
►18 ►17
►16
►15
►14
►13
►12
►11
►10
►09
►08
►07
►06
►05
►04
►03
►02
►01
►EDISI KHUSUS
►P2005
Majalah Tokoh Indonesia 36
►TOKOH UTAMA:
Agustin Teras Narang Membangun Indonesia dari Kalteng =
Peraih Penghargaan PPMI 2006
= Nasionalis Sejati Abdi Rakyat
= Kehabisan Uang untuk Kampanye
= Lika-Liku Karir Advokat-Politisi
►
WAWANCARA:
Obsesi Membangun Indonesia
►TOKOH PILIHAN:
Achmad Diran Birokrat yang Paham Kalteng
►
DEPTHNEWS:
Profil Provinsi Kalimantan Tengah
= Program Kerja Pemprov Kalteng
= Palangkaraya, Ideal Jadi Ibukota Negara
= Selayang Pandang Kateng
►
KAPUR SIRIH:
Efektif, Efisien dan Produktif
|
|
MAJALAH TOKOH
INDONESIA Dapatkan di TOKO BUKU Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia dan
AGEN-AGEN atau E-MAIL:
SIRKULASI atau Telepon 021-83701736 Fax:
021-9101871 Rp 14.000 |
|
DAFTAR ISI
MAJALAH TOKOH INDONESIA 36
MTI-36: TOKOH UTAMA: 01
02
03
04
05
WAWANCARA:
06
TOKOH PILIHAN:
07 PERSPEKTIF:
08
09
DEPTHNEWS:
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26 == TOKOH UTAMA: Agustin Teras Narang
MTI-36-01-TOKOH UTAMA: Agustin Teras Narang terpilih menjadi Gubernur
Provinsi Kalimantan Tengah periode 2005-2010. Ia yang dilantik 5 Agustus
2005, mendapati provinsi ini masih serba tertinggal dalam banyak hal.
Kini, berduet dengan Wakil Gubernur Ir Achmad Diran, Teras hadir
membawakan optimisme Kalteng akan menjadi salah satu provinsi terdepan
di masa mendatang. ....... 6
Agustin Teras Narang
MTI-36-02:
Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang menggambarkan figur
kepemimpinannya seperti layaknya seorang dirigen dalam orkestra. Semua
alat musik dalam orkestra bisa hidup bunyi sendiri tetapi tanpa
dibarengi keteraturan dan kebersamaan di bawah konduk sang dirijen suara
orkestra itu tak memiliki makna apa-apa. ......................... 16
Agustin Teras Narang
MTI-36-03: Agustin Teras Narang ingin membuktikan bahwa membangun
bangsa tidak harus dari Jakarta, tetapi bisa dari daerah, dalam hal ini
Palangkaraya. Pria enerjik dari Dayak Ngaju ini, berangkat dengan sebuah
obsesi besar membangun Provinsi Kalimantan Tengah sebagai panutan bagi
good governance (pemerintahan yang baik). Sang tokoh di dalam dadanya
membara semangat nasionalisme sejati. .................... 22
Agustin Teras Narang
MTI-36-04: Agustin Teras Narang juga memimpin sebagai Ketua
Majelis Adat Dayak Nasional (MADN). Sebagai bagian dari warga NKRI,
orang Dayak juga menginginkan mereka maju. Eksistensi mereka diakui. Dan
itu wajar. Tetapi Teras Narang tidak ingin memanfaatkan posisinya di
MADN untuk mengukuhkan jabatannya.
........................................................................................
26
Agustin Teras Narang
MTI-36-05: Sang Pangeran Dayak. Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang sangat
mengidolakan Sang Ayah, Waldemar August Narang, figur yang dianggapnya
sebagai teman dan guru politik. Ia memegang teguh semua nasehat
“sahabatnya” dalam berdialog secara terbuka dan demokratis itu, bahwa
pemimpin hanya bisa besar apabila mendapat dukungan luas dari berbagai
kalangan. .......................................................... 28
WAWANCARA:
Agustin Teras Narang
MTI-36-06- Wawancara:
Teras Narang melepas posisi strategisnya selaku Ketua Komisi III DPR-RI
untuk mengabdi di kampung halaman. Kader terbaik PDI Perjuangan inipun
akhirnya memenangkan kursi Gubernur Kalimantan Tengah, dan dipercaya
memimpin langsung pelaksanaan pembangunan di daerah asalnya itu. Ia
memiliki pandangan yang luas sebagai negarawan.
......................................................................
34
TOKOH PILIHAN Ir. H. Achmad Diran
MTI-36-07: Wakil
Gubernur Ir. H. Achmad Diran merupakan pasangan serasi Gubernur Agustin
Teras Narang. Semenjak masih dalam pencalonan pun, duet keduanya sudah
menunjukkan kesatupaduan dalam berbagai hal. Kini ia bertugas menyatukan
visi seluruh aparat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah supaya
sama-sama membuka keterisolasian, memberikan kesejahteraan kepada warga,
serta memulihkan martabat mereka.
........................................................................
44
DEPTHNEWS: Agustin Teras Narang
MTI-36-08- PERSPEKTIF: Provinsi Kalimantan Tengah pada tanggal
23 Mei 2007 ini genap berusia 50 tahun. Didirikan sejak 23 Mei 1957,
memasuki “Tahun Emas”pemilik julukan “Bumi Tambun Bungai” atau “Daerah
Sejuta Sungai” ini semakin mantap menatap kesejahteraan di masa depan.
Kalteng saat ini aktif bergerak mengejar ketertinggalannya, sekaligus
menggali potensi sumberdaya alam untuk memulihkan martabat Kalteng.
................................................. 49
Agustin Teras Narang
MTI-36-09- PERSPEKTIF:
Visi dan Misi yang ditawarkan setiap pemimpin sangat diperlukan untuk
menentukan kemana haluan hendak diarahkan. Teras Narang dan Achmad Diran
mewarnai lima tahun masa kepemimpinannya 2005-2010 dengan visi: Membuka
Isolasi Menuju Kalimantan Tengah yang Sejahtera dan Bermartabat. Serta
misi dengan 12 bidang program kerja secara efektif, efisien dan
aplikatif. ...................................... 62
Agustin Teras Narang
MTI-36-25- DEPTHNEWS:
Presiden Republik Indonesia Bung Karno pernah mewacanakan agar Ibukota
Negara Kesatuan Republik Indonesia pindah ke Palangkaraya, sebuah kota
terbesar di Kalimantan Tengah. Alasannya sederhana, letak Palangkaraya
sangat strategis persis di tengah-tengah Indonesia antara Sabang sampai
Merauke. ....................................... 5
Agustin Teras Narang
MTI-36-10-
DEPTHNEWS: Negara besar melahirkan pemimpin yang matang dan teruji
biasanya yang bersumber dari bawah. Dengan tujuan membangun Indonesia
dari Kalimantan Tengah, Teras Narang berkesempatan mengukirkan masa
kepemimpinannya tahun 2005-2010. Selama itu ia menyebut diri hanya akan
bekerja, bekerja, dan bekerja. ....................... 56
MTI-36-11- DEPTHNEWS: Kabupaten Barito Timur memiliki luas wilayah
3.834 km2 atau 2,5 persen dari luas Provinsi Kalimantan Tengah.
MTI-36-12-
DEPTHNEWS: Kabupaten Barito Selatan kini makin strategis setelah
dibukanya jalan darat yang menghubungkan Buntok, ibukota kabupaten
dengan Palangkaraya ibukota provinsi.
MTI-36-13- DEPTHNEWS: Komoditas utama pertanian dari Kabupaten
Barito Utara adalah karet. Bahkan enam kecamatan di kabupaten ini
didominasi oleh produksi karet yang dipasarkan di dalam negeri.
MTI-36-14- DEPTHNEWS: Kabupaten Kotawaringin Barat secara resmi sejak tanggal 3
Oktober 1959 sudah terbentuk secara resmi, dengan ibukota Pangkalan Bun.
Kabupaten seluas 10.759 km2 ini terdiri dari enam wilayah kecamatan,
berpenduduk 189.407 jiwa (2003). Pertumbuhan penduduknya rata-rata
mencapai 3,92 persen per tahun.
MTI-36-15- DEPTHNEWS: Kabupaten Kotawaringin Timur dengan ibukotanya Sampit
kini berpenduduk 305.067 dengan kepadatan 18 jiwa/km.
Provinsi Kalteng
MTI-36-16- DEPTHNEWS: Kabupaten Kapuas dengan ibukota Kuala Kapuas
terdiri dari 12 kecamatan dan berpenduduk 340.236 jiwa.
MTI-36-17- DEPTHNEWS:
Kabupaten ini hanya seluas 641. 400 ha dan terdiri dari tiga wilayah
kecamatan, meliputi Kecamatan Bulik, Kecamatan Lamandau dan Kecamatan
Delang.
MTI-36-18- DEPTHNEWS: Kabupaten Sukamara termasuk yang paling
sedikit jumlah penduduknya di Provinsi Kalimanten Tengah.
MTI-36-19- DEPTHNEWS: Luas wilayah Kabupaten Seruyan mencapai
1.640.400 ha. Komoditi unggulan daerah ini didominasi oleh kelapa sawit,
karet, kopi, karet, lada dan udang.
MTI-36-20- DEPTHNEWS: Kabupaten Katingan yang luas wilayahnya 17.500 km2 kini
berpenduduk 130.157 jiwa atau 7 jiwa/km.
MTI-36-21- DEPTHNEWS: Produk unggulan Kabupaten Palang Pisau antara
lain anyaman rotan, tepung gaplek, kerajinan sabut kelapa, rotan, karet,
plywood, dan dowel/molding.
MTI-36-22- DEPTHNEWS: Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran
Kabupaten Kapuas. Luas wilayahnya sekitar 10.804 km2, berpenduduk 81.933
jiwa atau dengan kepadatan 8 jiwa/km2.
MTI-36-23- DEPTHNEWS: Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan dan
berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur.
MTI-36-24- DEPTHNEWS: Kota Palangkaraya adalah pusat pemerintahan
Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan luas wilayah 2.678,5 km2, kota ini
dihuni oleh 183.251 jiwa atau 76 jiwa/km
KAPUR SIRIH:
MTI-36-26- KAPUR SIRIH:
Bangsa ini sangat membutuhkan tampilnya banyak pemimpin yang efektif,
efisien, dan produktif dalam memimpin demi menyelesaikan berbagai
persoalan bangsa yang menggunung. Jalur untuk itu sesungguhnya sudah
tersedia, yakni lewat pemilihan kepala daerah yang berlangsung secara
terbuka dan langsung oleh rakyat pemilih. ........................ 4
|